Palangka Raya, MK
Menjelang Pemilihan Presiden 2029, nama H. Sugianto Sabran, mantan Gubernur Kalimantan Tengah dua periode, mulai disebut sebagai salah satu figur alternatif dari luar Pulau Jawa yang potensial maju sebagai Calon Presiden maupun Calon Wakil Presiden.
Salah satu Tokoh Masyarakat Rahmat Hidayat, SH., mendukung H. Sugianto Sabran masuk Pilpres 2029, Capres atau Cawapres.
Dukungan itu muncul seiring meningkatnya kebutuhan publik terhadap pemimpin yang memiliki rekam jejak kerja nyata di daerah, bukan sekadar retorika politik.
Rekam Jejak di Kalimantan Tengah
Menurut Rahmat Hidayat sebagaimana disampaikan pada Senin (8/6) bahwa Selama hampir satu dekade memimpin Kalteng, Sugianto Sabran dinilai berhasil membawa sejumlah capaian signifikan:
1. Peningkatan PAD dan Kemandirian Fiskal
Di bawah kepemimpinannya, APBD Kalteng mengalami kenaikan signifikan. Sugianto dinilai berani melakukan reformasi tata kelola keuangan daerah dengan memaksimalkan kontribusi sektor SDA, perkebunan, dan pertambangan untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah.
2. Pengawalan Program Food Estate
Saat pemerintah pusat mencanangkan program Lumbung Pangan Nasional di Kalteng, ia berada di garis depan untuk memastikan program berjalan dan menyerap tenaga kerja lokal. Hal ini dinilai memperkuat posisi Kalteng sebagai penyangga pangan nasional.
3. Pembangunan Konektivitas dan Infrastruktur
Sebagai provinsi terluas kedua di Indonesia, fokus Sugianto diarahkan pada pembukaan isolasi daerah melalui pembangunan jalan produksi, jembatan, dan peningkatan infrastruktur di wilayah pelosok dan pesisir. Langkah ini disebut menekan biaya logistik dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
4. Investasi pada SDM
Program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dan berprestasi, serta penguatan fasilitas kesehatan di daerah, menjadi bagian dari upayanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalteng.
Dinilai Representatif untuk Kepemimpinan Nasional
Rahmat Hidayat menilai Sugianto Sabran mewakili sosok pemimpin luar Jawa yang memahami karakteristik dan geopolitik Kalimantan, terutama di tengah pemindahan Ibu Kota Negara ke Nusantara. Gaya kepemimpinannya yang tegas terhadap korporasi yang merugikan daerah, namun tetap merakyat melalui blusukan, dianggap selaras dengan karakter pemimpin yang dekat dengan rakyat.
"Meski langkah menuju Pilpres 2029 masih membutuhkan konsolidasi politik dan koalisi partai yang solid, nama Sugianto Sabran kini mulai diperhitungkan sebagai aset bangsa yang dapat membawa pengalaman pembangunan daerah ke tingkat nasional," ungkapnya.
Tujuan akhirnya, adalah mewujudkan Indonesia yang lebih adil, makmur, dan merata dari Sabang sampai Merauke. (H. Masliansyah/Amad)
Komentar
