MUI Kalbar Matangkan Persiapan Rakorda V MUI se-Kalimantan

Kategori Berita

MUI Kalbar Matangkan Persiapan Rakorda V MUI se-Kalimantan

Monday, June 8, 2026


Pontianak, MK 

Di zaman ketika banyak orang berlomba menjadi paling viral, ada sekelompok orang yang memilih pekerjaan jauh lebih penting, membangun persatuan. Itulah yang sedang dipersiapkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat menjelang pelaksanaan Rakorda ke-V MUI se-Kalimantan pada 21-23 Agustus 2026 di Pontianak.


Rapat persiapan, 8 Juni 2026 di Masjid Mujahidin Pontianak mungkin tidak seramai konser musik atau pertandingan sepak bola. Tidak ada teriakan suporter, tidak ada lampu panggung yang berkilauan. Namun dari ruangan itulah lahir sesuatu yang jauh lebih berharga, yakni ikhtiar memperkuat sinergi umat, mempererat persaudaraan, dan merumuskan langkah-langkah kebajikan bagi masyarakat Kalimantan.


Ketua MUI Kalbar, HM Basri HAR menegaskan, Bumi Khatulistiwa siap menjadi tuan rumah. Kalimat itu tampak sederhana. Namun di baliknya tersimpan makna besar tentang tanggung jawab. Menjadi tuan rumah bukan sekadar menyediakan tempat dan konsumsi. Menjadi tuan rumah berarti menunjukkan keramahan, profesionalisme, dan kemampuan mengelola perbedaan menjadi kekuatan bersama.


Rakorda ini akan mempertemukan perwakilan MUI dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Selain itu, seluruh pengurus MUI se-Kalimantan Barat juga akan dilibatkan. Kehadiran berbagai daerah tersebut mengandung pelajaran penting, kemajuan tidak pernah lahir dari kerja sendirian.


Dalam ilmu pengetahuan modern, kolaborasi merupakan kunci utama kemajuan. Penemuan-penemuan besar dunia lahir dari kerja sama banyak pihak. Demikian pula dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Ketika para ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat berkumpul dalam satu forum, sesungguhnya mereka sedang mengumpulkan kekayaan pengalaman dan pengetahuan untuk mencari solusi terbaik bagi umat.


Yang lebih menarik, perwakilan MUI Sarawak, Malaysia, juga direncanakan hadir. Ini menunjukkan, silaturahmi dan pertukaran gagasan tidak berhenti pada batas-batas geografis. Dunia saat ini semakin terhubung. Karena itu, kemampuan membangun jaringan dan kerja sama lintas wilayah menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.


Sejumlah tokoh nasional juga direncanakan diundang, mulai dari Menteri Agama, Menteri UMKM, hingga Ketua MPR RI. Kehadiran mereka mencerminkan pentingnya dialog antara ulama, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat. Sejarah menunjukkan, bangsa-bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu membangun komunikasi yang sehat antara para pemikir, pemimpin, dan rakyatnya.


Di tengah era media sosial yang sering dipenuhi perdebatan tanpa ujung, Rakorda ini menghadirkan contoh berbeda. Orang-orang berkumpul bukan untuk saling menjatuhkan, melainkan untuk saling mendengarkan. Mereka datang bukan untuk mencari siapa yang paling hebat, tetapi untuk menemukan apa yang paling bermanfaat.


Panitia yang terdiri dari Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) terus mematangkan berbagai persiapan agar kegiatan berjalan sukses. Kerja mereka mengajarkan satu hal penting: keberhasilan selalu diawali oleh persiapan yang matang. Tidak ada prestasi besar yang lahir dari kemalasan.


Pontianak kini sedang bersiap menyambut para tamu dari seluruh Kalimantan. Namun lebih dari itu, Pontianak sedang menunjukkan sebuah pelajaran berharga tentang peradaban. Bahwa kemajuan dibangun melalui musyawarah. Persatuan lahir dari pertemuan. Masa depan yang lebih baik hanya dapat diwujudkan ketika banyak orang memilih bekerja bersama demi kemaslahatan bersama.


Dari tepian Sungai Kapuas, sebuah pesan penting sedang dikirimkan kepada kita semua: ilmu, persaudaraan, dan kolaborasi akan selalu menjadi fondasi terkuat dalam membangun masyarakat yang maju, damai, dan membawa rahmat bagi seluruh alam. (*/Red)